Sekarang Dokterku Online dengan wajah baru dan nama baru.

Untuk registrasi member dan diskusi forum,

Silahkan kunjungi web kami yang baru

www.dokterkuonline.com

Home Artikel MENGENAL PENYAKIT TBC

MENGENAL PENYAKIT TBC

PENDAHULUAN

Penyakit TBC atau istilah kedokterannya dikenal sebagai Tuberkulosis merupakan penyakit menahun dan menular. TBC dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin, namun penyakit ini banyak menyerang usia produktif usia 15-35 tahun. Risiko penyakit TBC meningkat terutama bagi mereka yang bertubuh lemah, kurang gizi atau yang tinggal satu rumah dengan penderita TBC. Lingkungan yang lembab dan tidak memiliki ventilasi yang baik juga memberikan andil besar bagi seseorang terjangkit TBC.

Penyakit TBC atau sering juga di sebut dengan TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobakterium tuberkulosa. Bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. Bakteri TBC merupakan bakteri yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain .

Berdasarkan data WHO 1993 didapatkan sepertiga penduduk dunia telah diserang oleh penyakit TBC yaitu sekitar 8 juta orang dengan kematian 3 juta orang pertahun. Diperkirakan dalam tahun 2002-2020 akan ada 1 miliar manusia terinfeksi TBC serta sekitar 5-10 % berkembang menjadi penyakit dan 40 % yang terkena penyakit berakhir dengan kematian.

Insidens TBC dilaporkan meningkat pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Di Indonesia penyakit TBC merupakan masalah kesehatan yang cukup serius dan menempati urutan ke-3 dalam jumlah penderita TBC terbesar di dunia. Setiap tahunnya di Indonesia bertambah sebesar seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya akibat penyakit ini. Bahkan setiap 4 menit sekali 1 orang meninggal akibat TBC.

CARA PENULARAN

Penyakit TBC menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri TBC yang dilepaskan saat penderita TBC batuk, hembusan nafas atau bersin. Kuman tersebut terhirup oleh orang yang berada didekatnya dan mengakibatkan orang tersebut terinfeksi kuman TBC. Bakteri TBC bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itu infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, namun organ tubuh yang paling sering terkena adalah paru-paru.

Saat bakteri TBC berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk bulat. Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak.

Pada anak anak sering mendapatkan penularan dari orang dewasa di sekitar rumah maupun saat berada di fasilitas umum seperti kendaraan umum, rumah sakit dan dari lingkungan di sekitar rumah.

Meningkatnya penularan TBC banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan seperti memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah dan jumlah kuman TBC merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

DIAGNOSIS

Diagnosa TBC dapat ditegakkan berdasarkan :

  1. gejala klinis
  2. pemeriksaan fisik
  3. pemeriksaan laboratorium yang berasal dari darah, dahak atau cairan otak
  4. radiologi (rontgen dada),
  5. uji tuberkulin
  6. pemeriksaan patologi anatomi (PA)
SIAPA YANG BERISIKO TERKENA PENYAKIT TBC

Yang berisiko tinggi terkena penyakit TBC adalah :

  1. Orang yang kontak dengan penderita TBC
  2. Orang tua
  3. Anak-anak
  4. Orang yang bertaraf hidup rendah
  5. Pengidap HIV
  6. Orang yang berada di negara yang terkena epidemi TBC
  7. Orang yang sedang sakit
  8. Orang yang daya tahan tubuhnya sedang lemah atau turun
GEJALA

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala umum berupa :

  1. Batuk lama lebih dari 3 minggu yang disertai atau tidak dengan dahak, bisa juga disertai dengan batuk berdarah
  2. Gampang terkena influenza dan bersifat hilang timbul
  3. Mudah mengalami demam yang berlangsung lama dan berulang tanpa sebab yang jelas
  4. Perasaan lemah dan lesu
  5. Badan sering berkeringat di malam hari
  6. Nafsu makan dan berat badan menurun, bila terjadi pada anak maka terlihat gagal tumbuh serta penambahan berat badan tidak sesuai dengan usia anak
  7. Adanya pembesaran kelenjar di leher atau ketiak

Gejala khusus tergantung dari organ tubuh mana yang terkena berupa :

  1. Suara mengi dan sesak nafas bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar
  2. Nyeri dada bila ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru)
  3. Infeksi tulang bila mengenai tulang
  4. Demam tinggi dan disertai adanya penurunan kesadaran serta kejang-kejang bila mengenai selaput otak
TIPS BAGI PENDERITA TBC

Jika seseorang memiliki tbc aktif. Berikut tips untuk membantu pencegahan penyakit tbc kepada teman dan keluarga :

  1. Selama beberapa minggu pertama pengobatan sebaiknya tinggal di rumah dan tidak sekamar dengan orang lain
  2. Selama penderita TBC minum obat dengan benar, maka risiko menularkan akan hilang. Jadi aktifitas sosial dan harian tidak ada yang perlu dibatasi.
  3. Gunakan masker untuk menutup mulut
  4. Menutup mulut dengan tissue waktu batuk atau bersin kemudian simpan tissue dalam tempat tertutup dan buang di tempat sampah
  5. Jangan meludah di sembarang tempat, meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah di beri cairan desinfektan
  6. Sirkulasi dalam kamar harus baik, jika perlu tambahkan kipas angin untuk membuang udara di dalam kamar. Usahakan tinggal dalam kamar atau rumah yang memiliki ventilasi cahaya baik karena kuman TBC mudah menyebar dalam ruangan tertutup dan tidak ada sirkulasi udara.
  7. Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur
  8. Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
  9. Jangan lupa untuk secara teratur minum obat setiap harinya, sesuai anjuran dokter
  10. Menyelesaikan seluruh pengobatan hingga di nyatakan sembuh oleh dokter, karena bila tidak tuntas pengobatannya memungkinkan kuman TBC bertahan hidup walau sudah diberikan obat TBC yang paling kuat sekalipun
TIPS PENCEGAHAN

Tips berikut berguna untuk mencegah tertular penyakit TBC:

  1. Jaga kesehatan badan agar senantiasa sehat dengan olahraga teratur, istirahat cukup dan makan makanan dengan gizi yang baik dan seimbang
  2. Hindari melakukan hal-hal yang dapat melemahkan sistem daya tahan tubuh seperti begadang, kurang istirahat dan stres
  3. Lakukan imunisasi BCG pada bayi
  4. Jaga jarak aman ketika berhadapan dengan penderita TBC
PENGOBATAN

Jika diterapi dengan benar TBC praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi, TBC akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus TBC. Pengobatan bertujuan untuk menyembuhkan, mencegah kematian dan kekambuhan.

Pengobatan TBC berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan pengobatan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti. Selain itu dorongan dari keluarga agar pasien disiplin minum obat sangatlah diperlukan. Pada saat pengobatan sebaiknya pasien mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup serta mengikuti saran dokter.

Karena pengobatannya cukup lama seringkali membuat pasien putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur. Jika pengobatannya kurang dari 6 bulan atau si penderita menghentikan pengobatan karena merasa sudah sehat walau belum waktu tersebut, maka bakteri TBC tersebut tidak mati dan akan membuat kambuh kembali penyakit TBC serta kebal terhadap obat yang pertama. Keadaan ini disebut MDR (multi drugs resistance) yang memerlukan biaya berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya.

Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :

  1. Obat utama: INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
    Masih memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini. Untuk menghindari munculnya bakteri TBC yang resisten dan mempercepat pembasmian kuman, biasanya diberikan obat yang terdiri kombinasi 3-4 macam obat ini.
  2. Obat tambahan : Kuinolon, Kanamisin, dan lain-lain.
KESIMPULAN DAN SARAN

TBC masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien TBC akan menularkan penyakitnya pada lingkungan, sehingga jumlah penderita semakin bertambah. Jika tidak ditangani dengan baik penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Pengobatan TBC ini memerlukan waktu yang lama dan obat-obatan yang diminum juga banyak, maka faktor kepatuhan penderita minum obat sangat diperlukan untuk mencegah kegagalan terapi atau resistensi. Untuk itu dilakukan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). Dalam DOTS ada seseorang yang akan mengawasi serta mengingatkan penderita minum obat, yang biasanya berasal dari keluarga atau kerabat dekat penderita. Dengan menggunakan strategi DOTS proses penyembuhan TBC dapat secara cepat dan tepat.

Prepared by :Novie Hediyani, MKK

REFERENSI :
  1. http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/tbc.htm
  2. http://www.metris-community.com/gejala-penyakit-tbc-pencegahan-tuberkulosis/
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis
  4. http://www.scribd.com/doc/32087430/makalah-TBC
  5. http://www.kesehatan123.com/1673/pencegahan-tbc/
  6. http://organisasi.org/penularan-gejala-pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-tbc-tb-tuberkulosis
  7. http://medicastore.com/tbc/pengobatan_tbc.htm
  8. http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/08/cara-cara-pencegahan-penyakit-tbc.html
  9. http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.htm
  10. http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/Peng.Pop/Kesehatan/TBC/all.htm
  11. http://www.xamthoneplus.web.id/wp-content/uploads/2011/11/bakteri-m-tb1.jpg