Sekarang Dokterku Online dengan wajah baru dan nama baru.

Untuk registrasi member dan diskusi forum,

Silahkan kunjungi web kami yang baru

www.dokterkuonline.com

Home Artikel Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

PENDAHULUAN

Kanker leher rahim (serviks) merupakan penyakit keganasan dengan angka kematian lebih dari 500.000 setiap tahunnya di seluruh dunia. Fakta tersebut menempatkan kanker leher rahim sebagai tumor ganas terbanyak kedua pada perempuan di dunia.

Kanker atau tumor ganas adalah suatu pertumbuhan abnormal sel-sel pada jaringan tertentu di tubuh yang tak terkontrol dan cepat. Jadi, apabila tak segera dicegah atau diobati, maka kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan kematian. Pada awal penyakit atau stadium yang masih dini gejala atau keluhan kanker leher rahim hampir tak ada. Hal inilah yang menyebabkan kanker leher rahim seringkali terlambat didiagnosa.

Pemeriksaan rutin sulit dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia karena pemeriksaannya dianggap tidak nyaman bagi sebagian besar wanita, sulitnya akses ke pusat pelayanan yang memiliki laboratorium dan tenaga kesehatan yang memadai, harga pemeriksaan yang relatif mahal serta perlunya kunjungan yang berkali-kali ke pusat pelayanan kesehatan. Kesulitan tersebut menjadikan banyak perempuan di Indonesia menjadi malas untuk melakukan skrining sehingga seringkali terlambat di diagnosa.

Depkes RI melaporkan penderita kanker leher rahim di Indonesia diperkirakan 90-100 diantara 100.000 penduduk per tahun. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa kanker leher rahim menduduki peringkat pertama pada kasus kanker yang menyerang perempuan di Indonesia. Di Indonesia insidens kanker ini mulai meningkat sejak usia 20 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 50 tahun. Menurut data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, setiap harinya diperkirakan muncul 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 perempuan meninggal karena kanker leher rahim.

Masalah kanker leher rahim di perkirakan akan semakin meningkat di masa mendatang. Hal ini dapat di picu oleh berubahnya gaya hidup saat seperti seks bebas, berganti-ganti pasangan seksual serta kebiasaan merokok. Kanker leher rahim berpotensi dapat disembuhkan jika terdeteksi pada tahap awal sehingga deteksi dini adalah kunci untuk meningkatkan kelangsungan hidup penderitanya.

APA ITU KANKER LEHER RAHIM ?

Kanker Leher Rahim adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian bawah dari rahim. Kanker leher rahim tidak menular. Namun, virus yang diduga menyebabkan kanker ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual.

Sebelum menjadi kanker didahului oleh stadium prakanker CIN (Celluler Intraepithelial Neoplasia) 1, CIN 2, dan CIN 3. Barulah sesudah itu stadium 0, stadium 1 (A+B), stadium 2 (A+B), stadium 3 (A+B) dan 4.

PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO

Penyebab paling umum pada kanker leher rahim adalah infeksi virus Human Papilloma (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Setiap perempuan yang aktif melakukan hubungan seksual beresiko untuk terkena kanker leher rahim. Selain itu ada faktor risiko lainnya seperti :

  1. Melakukan aktivitas seksual sebelum usia 20 tahun
  2. Sering berganti-ganti pasangan seksual
  3. Memiliki riwayat terkena infeksi menular seksual atau radang panggul
  4. Berhubungan seksual dengan pria yang memiliki riwayat infeksi menular seksual
  5. Berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  6. Berhubungan seksual dengan pria yang pasangan sebelumnya mengalami kanker leher rahim
  7. Kebiasaan merokok merupakan faktor pendukung terkait dengan peningkatan kejadian kanker leher rahim. Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok.
GEJALA DAN TANDA :

Gejala pada tahap pra kanker atau dini biasanya gejala belum timbul. Kalaupun timbul, biasanya berupa keluar keputihan yang tidak khas. Pada tahap selanjutnya dapat ditemukan gejala seperti :

  1. Perdarahan sesudah senggama
  2. Keputihan yang tidak kunjung sembuh dan berbau busuk, terkadang bercampur darah
  3. Perdarahan di luar siklus haid
  4. Perdarahan sesudah menopause
  5. Gejala akhir yang terjadi pada kanker stadium lanjut adalah nyeri punggung bawah, nyeri panggul, kehilangan berat badan dan pembengkakan di anggota tubuh seperti di kaki
PROGNOSIS

Prognosis untuk kanker leher rahim stadium awal sangat baik dengan 5 tahun kelangsungan hidup antara 80 hingga 95%. Namun untuk kanker leher rahim stadium lanjut, kelangsungan hidup 5 tahun menurun hingga kurang dari 40%.

DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM

Program skrining merupakan upaya pencegahan bagi wanita yang aktif melakukan hubungan seksual dan telah terbukti sangat efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim. Ada beberapa pemeriksaan untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim, antara lain :

1. Papsmear.

Pemeriksaan ini relatif murah, cepat, sederhana, tidak sakit dan dapat dilakukan di berbagai pelayanan kesehatan (Puskesmas, Rumah Bersalin, Rumah Sakit, Bidan, Klinik, Praktek dokter). Papsmear dapat dilakukan oleh bidan, dokter umum yang terlatih maupun dokter kandungan. Pemeriksaan ini dilakukan pada saat tidak haid dan sebaiknya dilakukan 1 kali setahun oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Papsmear sangat penting dilakukan karena mampu mendeteksi perubahan awal sel leher rahim sehingga dapat diberikan pengobatan sebelum tumbuh menjadi kanker dan mampu mendeteksi kanker leher rahim stadium awal sehingga lebih mudah untuk diobati.

Prosedur pemeriksaannya adalah vagina di buka dengan menggunakan alat cocor bebek, kemudian dengan menggunakan spatula atau cytobrush leher rahim diusap untuk mengambil lendir leher rahim. Kemudian sampel tersebut dioleskan ke kaca obyek dan dikirim laboratorium untuk dianalisa oleh dokter patologi apakah ada infeksi, radang atau sel yang tidak normal dengan menggunakan miskroskop. Apabila hasil pemeriksaan terdapat sel-sel yang tidak normal, sebaiknya dikonsultasikan ke ahli kandungan dan kebidanan.

Kekurangan pemeriksaan papsmear adalah bahwa sampel yang diambil tidak dari seluruh bagian leher rahim sehingga ada bagian yang tidak terdeteksi serta akurasi antara 80-90%.

2. Thin Prep

Merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dan komprehensif dibanding pemeriksaan papsmear. Thin Prep pengambilan sampel leher rahimnya lebih baik, lebih akurat mendeteksi kelainan dengan keakuratan mencapai 100% dan lebih akurat mendeteksi sel yang tidak normal sehingga diagnosa dari hasil pemeriksaan akan lebih tepat dan pasti.

Menurut American Cancer Society, sejak metode Thin Prep Pap Test digunakan, angka perkiraan kanker leher rahim di Amerika dapat ditekan hingga 33%. Hal ini berdampak positif menurunkan angka penderita kanker leher rahim serta tingkat kematian akibat kanker pada wanita.

Prosedur pemeriksaan adalah dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari seluruh bagian leher rahim, kemudian sampel dimasukkan ke dalam botol Thin Prep yang berisi cairan dan dikirim ke laboratorium untuk dibuat menjadi slide yang diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel-sel leher rahim menjadi lebih jelas. Slide tersebut akan memperlihatkan apabila ada infeksi atau jaringan yang tidak normal.

Kekurangan pemeriksaan Thin Prep adalah karena metode ini tergolong baru sehingga pelayanan pemeriksaan ini belum tersedia secara luas.

3. IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

Merupakan metode deteksi dini kanker leher rahim dengan mengoleskan asam asetat (cuka) ke leher rahim. Bila terdapat lesi kanker, maka akan terjadi perubahan warna menjadi agak keputihan pada leher rahim yang diperiksa. IVA memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan papsmear yang selama ini lebih populer. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di puskesmas dengan biaya yang relatif murah. Jika terlihat tanda yang mencurigakan maka metode pemeriksaan lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.

4. Pap - net

Merupakan pemeriksaan lendir leher rahim yang hasil sampelnya diperiksa melalui komputer sehingga dapat mengidentifikasi adanya sel-sel abnormal atau sel-sel prakanker walau dalam jumlah sedikit sekalipun. Bahkan hanya ada 5 sel pun sudah dapat terdeteksi. Karena menggunakan komputer maka sel-sel yang mencurigakan dapat diperbesar dan memudahkan dokter patologi untuk menilai sehingga hampir tidak ada tingkat kesalahan. Waktu pengambilan sampel adalah saat tidak haid.

Prosedur pemeriksaan adalah sama dengan papsmear, kemudian sampel lendir leher rahim di oleskan di kaca obyek dan diberi alkohol serta dikemas dengan baik. Selanjutnya sampel dalam bentuk slide di masukkan dalam boks yang teruji aman, kemudian slide mapping untuk pengujian koordinat kemudian dilakukan scanning untuk memilih 128 sel yang paling mencurigakan. Sel yang dicurigai akan masuk dalam layar komputer dan dapat diperbesar 50, 200 dan 400 kali. Pap-net akan memeriksa seluruh sel dan memberikan koordinat lokasi dari sel yang mencurigakan. Selanjutnya hasil temuannya akan diuji ulang oleh dokter patologi dengan memfokuskan konsentrasi pada koordinat-koordinat yang telah ditunjuk sehingga akan lebih memudahkan untuk menilainya.

5. KOLPOSKOPI

Bila dalam pemeriksaan Pap-net diketahui ternyata ada sel-sel yang mencurigakan, maka si pasien akan dianjurkan melakukan pemeriksaan kolposkopi untuk memeriksa leher rahimnya.

Prosedur pemeriksaannya adalah sebelumnya akan disemprotkan asam cuka pada saluran leher rahim. Bila terdapat lesi kanker, maka akan terjadi perubahan warna menjadi agak keputihan, dengan alat pengait khusus maka jaringan tersebut dibiopsi dan akan di periksa dengan mikroskop oleh dokter patologi. Kolposkopi dilengkapi dengan alat operatif, sehingga bisa langsung dilakukan tindakan pada kelainan tersebut. Tindakan ini sangat singkat, tak sampai 5 menit.

6. PEMERIKSAAN HPV

Tujuan pemeriksaan HPV untuk deteksi adanya infeksi virus HPV yang bisa menjadi sel pre-kanker dan berkembang menjadi kanker leher rahim. Tes HPV dapat digunakan bersama dengan pap smear atau sebagai tes tambahan pada wanita yang memiliki hasil pap smear abnormal.

Tes DNA Human Papilloma Virus (HPV) merupakan salah satu cara ampuh untuk mendeteksi kanker leher rahim. Cara ini dianggap menjadi pilihan terbaik untuk mendeteksi jenis kanker leher rahim pada wanita berusia 30 tahun atau lebih. Hasil tes DNA ini terbukti lebih akurat dibanding dengan pap smear.

PENGOBATAN

Jika belum menjadi kanker, tapi baru prakanker, maka penyembuhannya tentu bisa 100%. Namun bila sudah stadium 1 hingga 2 memang bisa diobati, tapi kesembuhannya tidak 100 % lagi.Semakin dini suatu kanker ditemukan,maka akan semakin baik hasil pengobatannya dan bahkan dapat disembuhkan secara tuntas.

Untuk pra-invasif, pengobatan adalah pengangkatan lapisan abnormal pada leher rahim dengan prosedur eksisi lokal atau prosedur ablatif. Pengobatan prakanker serviks yang sukses hampir pasti mencegah kanker leher rahim terjadi.

Untuk kanker leher rahim invasif dini, penyembuhan dapat dicapai baik dengan pembedahan berupa pengangkatan rahim (histerektomi) dan jaringan sekitarnya termasuk kelenjar getah bening atau radioterapi maupun dengan kemoterapi.

Untuk penyakit lanjutan di mana operasi tidak mungkin, gabungan kemo-radioterapi atau radioterapi adalah pilihan pengobatan. Radioterapi sering diberikan dengan 2 cara. Salah satunya adalah dengan radioterapi pancaran eksternal dan lainnya adalah pancaran internal. Radioterapi pancaran eksternal dilakukan setiap hari selama hari kerja dan mungkin memakan waktu sekitar 5-6 minggu untuk selesai. Radioterapi pancaran internal diberikan dalam 2 hingga 5 sesi.

PENCEGAHAN

Pencegahan kanker leher rahim sekarang tersedia dalam bentuk vaksin. Vaksin ini menunjukkan keefektifannya dalam perlindungan terhadap HPV 16, dan 18 yang menyebabkan hingga 70% dari kanker leher rahim. Vaksinasi ini sudah dapat diberikan sejak usia 10 tahun sebanyak 3 kali. Semua wanita usia reproduksi di himbau untuk memvaksinasikan diri terhadap vaksin ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kanker leher rahim dapat di cegah dengan melakukan pemeriksaan dini dan vaksinasi. Jangan menunda untuk melakukan langkah antisipasi sebelum risiko kanker leher rahim merenggut keindahan masa depan anda.

Prepared by dr Novie Hediyani MKK & dr Yusfa Rasyid SpOG

REFERENSI :
  1. http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/Cervical-Cancer-Cervix-Cancer.aspx?gclid=CPu9wOTqiK8CFcwc6wodyiu2AA
  2. http://www.promosikesehatan.com/?act=tips&;id=363
  3. http://www.mitrakeluarga.com/bekasitimur/deteksi-dini-kanker-rahim/
  4. http://2.bp.blogspot.com/-jaPVhU-xTbk/T0PUx1cpsKI/AAAAAAAAAC0/hDtSs3zRDRQ/s1600/0413CbjvUp_stadium_kanker_serviks.jpg
  5. http://www.adywirawan.com/2012/03/rekomendasi-terbaru-skrining-kanker.html
  6. Penggunaan Vaksin HPV dalam pencegahan kanker serviks,, Bram Pradipta, Saleha Sungkar, Maj Kedokt Indon, Volum: 57, Nomor: 11, Nopember 2007
  7. http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/147-pap-smear-thin-prep-cegah-kanker-serviks.html
  8. http://crystalxalami.com/deteksi-kanker-serviks/
  9. http://www.ekahospital.com/id/early-detection-of-cervical-cancer-with-thinprep-pap-test/
  10. http://rhienaslovelyfamily.blogspot.com/2008/06/pap-net-pendeteksian-kanker-serviks.html