Sekarang Dokterku Online dengan wajah baru dan nama baru.

Untuk registrasi member dan diskusi forum,

Silahkan kunjungi web kami yang baru

www.dokterkuonline.com

Home Artikel WASPADA SERANGAN TOMCAT

WASPADA SERANGAN TOMCAT

PENDAHULUAN

Saat ini bukan hanya masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang cemas karena ancaman serangan serangga Tomcat, namun serangan serangga ini dilaporkan telah menyebar ke tempat yang lebih luas termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat dan di sekitar Jakarta. Serangga tomcat dapat menyebabkan peradangan atau iritasi kulit. Meski tidak berbahaya tetapi ancaman serangga ini sangat mencemaskan.

Data Dinas Kesehatan Surabaya menyebutkan jumlah pasien akibat serangan tomcat terus bertambah dengan intensitas wilayah yang terus meluas. Serangan yang dikatakan sebagai wabah Tomcat hanya merupakan tindakan mempertahankan diri dari ancaman musuh. Tomcat sebenarnya tidak bermusuhan dengan manusia. Tomcat sesungguhnya adalah sahabat para petani karena berguna untuk mengusir hama wereng.

Merebaknya serangan tomcat di duga disebabkan oleh karena terganggu (rusak,berkurang) habitatnya akibat ketidakseimbangan ekosistem yang menyebabkan serangga ini bermigrasi mencari habitat baru. Serangan Tomcat diduga juga berkaitan dengan peningkatan aktifitas perburuan tokek yang dianggap sebagai salah satu predator bagi tomcat sehingga populasi tomcat menjadi berkembang pesat. Akibat keseimbangan alam terganggu, faktor migrasi wilayah, cuaca ekstrim serta pemangsa tomcat yang punah menjadi penyebab utama serangan tomcat, namun serangan tomcat tidak menyebabkan kematian.

Tomcat hidup di lahan pertanian seperti ladang padi dan jagung. Di kota besar Tomcat biasa hidup di daerah pepohonan atau yang ada tanamannya seperti taman kota. Serangga Paederus saat ini terdapat lebih dari 600 spesies dan distribusi di semua benua kecuali Antartika. Berbagai wabah penyakit kulit dikaitkan dengan kumbang Paederus telah dilaporkan di Turki Selatan, Amazone, Afrika Tengah, Okinawa, dan India.

SEKILAS MENGENAI TOMCAT

  1. Semut Semai atau Serangga Tomcat (nama ilmiah: Paederus littoralis), disebut pula Kumbang Rove (Rove Beetle) atau Semut Kayap atau Charlie di Indonesia adalah termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae)
  2. Ukurannya antara 1 hingga 35 mm dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm dan bentuk umumnya memanjang. Memiliki kepala hitam, perut bagian bawah, struktur meliputi sayap, dada atau perut berwarna merah. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah perut dan kepala berwarna gelap.
  3. Karakteristik khusus tomcat adalah cara terbang yang unik. Tomcat terbang dengan tubuh yang “berdiri”, tidak menelungkup. Sayapnya pun tidak menutupi seluruh badannya dan hanya mampu terbang 500 meter.
  4. Tomcat sekilas lebih menyerupai semut. Apabila merasa terganggu atau terancam, maka ia akan menaikkan bagian perutnya agar terlihat seperti kalajengking untuk menakuti musuhnya.
  5. Tomcat merupakan serangga yang cukup beracun. Racun tomcat bisa menimbulkan efek di kulit dan berbagai bagian tubuh manusia meskipun tidak sampai mematikan.
  6. Tomcat hidup di daerah yang lembab dan biasanya hidup di pepohonan, tambak dan semak belukar
  7. Tomcat takut pada sinar matahari.
  8. Tomcat otomatis akan mengeluarkan cairan racun apabila bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung. Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya pada baju, handuk, seprai, sarung bantal ataupun benda lainnya.
  9. Tomcat memiliki cairan racun di dalam tubuh (kecuali sayap) yakni toksin hemolim yang disebut sebagai 'paederin'. Pembuatan paederin sebagian besar terbatas dihasilkan oleh serangga tomcat betina. Paederin inilah yang menyebabkan reaksi pada kulit sekitar 24 jam setelah kontak.
  10. Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat.
  11. Tomcat memiliki siklus hidup selama 91 hingga 103 hari dan mencari tempat baru untuk bertahan hidup.
GEJALA :

Penderita yang terkena racun Paederin serangga Tomcat biasanya akan mengalami gangguan yang dalam istilah medisnya disebut Dermatitis Paederus. Respon yang berbeda terlihat di kulit tergantung pada lama kontak, luas daerah pemaparan dan karakteristik individu. Pada kasus penderita yang mempunyai riwayat kulit sensitif atau penderita alergi dan asma biasanya mempunyai gejala yang lebih berat. Gejala yang timbul antara lain berupa :

  1. Kulit terasa gatal dan langsung kemerahan bila di garuk
  2. Kemudian kulit akan terasa panas disusul dengan munculnya bintil-bintil berisi cairan menyerupai penyakit herpes
  3. Bila terdapat infeksi bakteri di tandai dengan bintil atau gelembung yang berisi nanah
  4. Kemudian bintil berisi cairan mulai mengecil dan melepuh selama beberapa hari.
  5. Lepuhan akan mengering lebih dari seminggu dan akan meninggalkan bercak atau noda kehitaman
  6. Pada kasus yang berat menunjukkan gejala tambahan seperti demam, nyeri persarafan , nyeri tulang dan muntah..
  7. Bila kulit yang terinfeksi terkena sentuhan dapat menimbulkan sedikit ketidaknyamanan
PENANGANAN :

Berikut ini beberapa hal yang dapat di lakukan apabila terkena tomcat antara lain :

  1. Pengobatan awal yang utama adalah menghilangkan iritasi atau kontak racun paederin dengan segera mencuci bagian tubuh yang terkena menggunakan sabun dan air mengalir sebersih mungkin
  2. Jangan oleskan odol, minyak kayu putih, balsem, minyak tawon atau bedak tabur karena akan memperparah peradangan kulit.
  3. Bila Tomcat hinggap di tangan, jangan dipencet atau dibunuh seperti mematikan nyamuk, namun sebaiknya ditiup hingga pergi atau diambil dengan hati-hati menggunakan alat atau tangan yang ditutupi plastik kemudian dibuang ke tempat yang aman. Jangan langsung memegangnya dengan tangan.
  4. Untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan akibat peradangan kulit dapat diredakan dengan mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan air dingin.
  5. Segeralah pergi ke dokter untuk mencegah peradangan lebih lanjut. Dokter akan memberikan salep kulit anti radang dan obat alergi. Pemberian antibiotika tidak diperlukan bila tidak ada tanda infeksi sekunder. Proses penyembuhannya juga tergantung tingkat seberapa parah serangan tomcat tersebut.
PENCEGAHAN :
  1. Hindari kontak dengan serangga tomcat
  2. Jangan menggosok kulit atau mata jika bersentuhan dengan tomcat. Racun yang ada pada kulitnya bisa menginfeksi daerah tubuh lain yang tersentuh tomcat dan cuci bersih tangan sebelum menyentuh bagian tubuh yang lain.
  3. Agar tomcat tidak masuk rumah maka sebaiknya menutup jendela dan pintu serta menutup ventilasi rumah dengan kassa nyamuk.
  4. Biasanya tomcat menyukai sinar lampu yang terang saat malam hari, sebaiknya selalu menutup pintu dan jendela rumah terutama saat malam hari dan pada malam hari mematikan lampu rumah saat tidur.
  5. Perlu waspada adanya tomcat di daerah yang lembab dan tidak terpapar sinar matahari.
  6. Bila tidur menggunakan kelambu jika di daerahnya tengah mewabah serangan tomcat
  7. Lakukan penyemprotan insektisida
  8. Tidak memakai pakaian yang terbuka untuk menghindari sentuhan langsung dengan tomcat
  9. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah karena bisa menjadi tempat tomcat
  10. Bagi yang memiliki anak kecil hindari bermain di taman atau dekat tanaman
  11. Singkirkan apabila ada tanaman dalam kondisi tidak terawat karena dapat berpotensi menjadi sarang Tomcat.

Prepared by dr Novie Hediyani, MKK

REFERENSI :
  1. http://id.berita.yahoo.com/tomcat-takut-sinar-matahari-034431551.html
  2. http://health.kompas.com/read/2012/03/26/09261569/Cegah.dan.Tangani.Serangan.Tomcat.
  3. http://img.antaranews.com/new/2012/03/ori/20120320SeranggaTomcat-002.jpg
  4. http://www.antaranews.com/berita/302286/ekosistem-tak-seimbang-sebabkan-serangan-tomcat-di-surabaya
  5. http://health.okezone.com/read/2012/03/20/482/596706/tanda-tanda-seseorang-terserang-tomcat
  6. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangga_Tomcat
  7. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/24/penanganan-dan-pencegahan-ancaman-wabah-tomcat/
  8. http://wartapedia.com/kesehatan/tips/7726-tips-penanganan-dini-serangan-tomcat.html
  9. http://health.kompas.com/read/2012/03/20/1722497/Diserang.Tomcat.Sebaiknya.Jangan.Diobati.Sendiri.
  10. http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/cara-penanganan-gigitan-tomcat
  11. http://ciricara.com/2012/03/23/informasi-serangga-tomcat-gejala-dan-efek-tomcat/#more-5671