Sekarang Dokterku Online dengan wajah baru dan nama baru.

Untuk registrasi member dan diskusi forum,

Silahkan kunjungi web kami yang baru

www.dokterkuonline.com

Home Artikel HERPES ZOSTER

HERPES ZOSTER

PENDAHULUAN

Hampir setiap orang pernah terkena cacar air dalam hidupnya. Siapa saja yang telah terkena cacar air berisiko terkena herpes zoster. Herpes zoster bisa terjadi pada usia berapapun tetapi paling sering terjadi pada usia diatas 50 tahun. Telah diperkirakan bahwa 500,000 kasus herpes zoster terjadi setiap tahun di Amerika. Kurang lebih 20% orang yang pernah cacar air akan terkena herpes zoster.

Resiko terjangkit herpes zoster terkait dengan pertambahan usia, akibat adanya penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Selain itu, juga karena penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu. Herper zoster cenderung juga menyerang penderita penyakit dengan sistem imun yang lemah.

Virus herpes yang menyebabkan herpes zoster dan cacar air tidak sama dengan virus herpes yang menyebabkan herpes pada alat kelamin yang dapat ditularkan secara hubungan seksual.

DEFINISI

Herpes zoster (shingles atau cacar ular) adalah suatu infeksi yang menyebabkan erupsi kulit yang sangat nyeri berupa gelembung yang berisi cairan yang disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air yaitu virus varicella-zoster. Jadi herpes zoster adalah penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari penyakit cacar air karena virus yang menyerang sama.

MEKANISME PENYAKIT

Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, ternyata virus tidak sepenuhnya hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi pada satu atau lebih akar saraf penderita. Saat virus tersebut bersembunyi tidak akan menimbulkan kerusakan maupun gejala pada penderitanya.

Akibat suatu kondisi tertentu, misalnya daya tahan tubuh menurun atau stres emosional, maka virus tersebut akan aktif kembali dan berkembang biak melalui saraf tepi kulit sehingga menimbulkan herpes zoster, dimana gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan penyakit cacar air.

Virus herpes zoster bisa tidak pernah menimbulkan gejala lagi atau bisa kembali aktif beberapa tahun kemudian.

CARA PENULARAN

Herpes zoster ditularkan melalui kontak langsung, bersin, batuk dan bahan yang tercemar dengan gelembung yang pecah.

Herpes zoster hanya dapat terjadi setelah kita mengalami cacar air. Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila kontak dengan penderita herpes zoster maka tidak langsung mengalami herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu. Dan jika sudah pernah menderita cacar air dan berhubungan dengan cairan dari gelembung herpes zoster maka tidak dapat ‘tertular’ herpes zoster.

Jadi bagi yang belum terinfeksi cacar air harus menghindari kontak dengan ruam, gelembung atau dengan bahan yang mungkin sudah menyentuh ruam atau gelembung herpes zoster.

GEJALA

Gejalanya akan timbul dalam 7-21 hari setelah seseorang terserang virus varicella-zoster. Pada permulaan penderita akan merasakan tidak enak badan, demam, pilek, cepat lelah, lesu, nyeri persendian dan pegal. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Sedangkan pada penderita lainnya dapat merasakan merasakan mual, diare, nyeri, kesemutan atau gatal di kulit yang terkena. Biasanya keluhan ini timbul 3-4 hari sebelum ruam herpes zoster timbul.

Penderita akan merasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu. Penyebab terjadinya rasa sakit yang akut tersebut sulit dideteksi apabila ruam (bintil merah pada kulit) belum muncul. Kemudian ruam herpes zoster mulai muncul dan timbul gelembung berisi cairan di atas dasar kulit yang kemerahan. Gelembung-gelembung baru terus muncul dalam 3-5 hari. Jaringan lunak di bawah dan di sekitar gelembung dapat membengkak untuk sementara karena peradangan yang disebabkan oleh virus.

Gelembung timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang dan membentuk pola seperti pita pada area kulit. Paling sering muncul di dada atau punggung dan biasanya hanya mengenai satu sisi badan misalnya kanan saja atau kiri saja. Daerah yang terkena biasanya peka terhadap berbagai rangsangan termasuk sentuhan yang sangat ringan dan bisa terasa sangat nyeri. Walaupun jarang, herpes zoster dapat menular pada saraf wajah dan mata.

Biasanya, hanya satu saraf yang terlibat, namun di beberapa kasus bisa jadi lebih dari satu saraf ikut terlibat. Gelembung akan pecah dan berair, kemudian akan mengering dan membentuk keropeng. Gejala tersebut akan terjadi dalam selama 3-4 minggu. Pada sebagian kecil kasus, ruam tidak muncul tetapi hanya ada rasa sakit.

Gelembung kulit ini mungkin terasa agak gatal sehingga dapat tergaruk tanpa sengaja. Jika dibiarkan, gelembung akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak berwarna gelap di kulit (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar tanpa meninggalkan bekas. Namun, jika gelembung tersebut pecah oleh garukan, keropeng akan terbentuk lebih dalam sehingga mengering lebih lama. Kondisi ini juga memudahkan infeksi bakteri. Setelah mengering, keropeng akan meninggalkan bekas yang dalam dan dapat membuat parut permanen.

Serangan herpes zoster biasanya memberikan kekebalan yang cukup lama sebelum terjadi serangan berikutnya, kurang dari 4% penderita yang mengalami serangan kedua.
Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan tanpa meninggalkan gejala sisa. Tetapi bisa terbentuk jaringan parut yang luas meskipun tidak terjadi infeksi bakteri sekunder.

SIAPA SAJA YANG DAPAT TERKENA

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa pun di usia berapapun. Sekitar 1 dari 5 orang pernah terkena herpes zoster pada suatu saat dalam hidupnya. Meskipun jarang terjadi, seseorang bisa terkena herpes zoster lebih dari sekali.

Dalam kebanyakan kasus, serangan herpes zoster terjadi tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang stres atau sakit dapat menjadi pemicunya. Herpes zoster lebih umum pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan lemah, misalnya penderita HIV/AIDS dan penderita kanker.

KOMPLIKASI

Herpes zoster tidak menimbulkan komplikasi pada kebanyakan orang. Bila timbul komplikasi, hal-hal berikut dapat terjadi adalah sebagai berikut :

  1. Neuralgia Pasca Herpes

    Merupakan komplikasi yang paling umum. Merupakan nyeri di daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena herpes zoster. Nyeri ini bisa menetap selama beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terjadinya herpes zoster. Nyeri bisa dirasakan terus menerus atau hilang-timbul dan bisa semakin memburuk pada malam hari atau jika terkena panas maupun dingin.


    Nyeri paling sering dirasakan pada penderita usia lanjut dan jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun .Pada sebagian besar kasus, nyeri akan menghilang dalam waktu 1-3 bulan; tetapi pada 10-20% kasus, nyeri menetap selama lebih dari 1 tahun dan jarang berlangsung sampai lebih dari 10 tahun.Pada sebagian besar kasus, nyeri bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

  2. Infeksi Kulit oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang.
  3. Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan.
  4. Kelemahan otot .
  5. Kadang-kadang, saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf yang terkena.
  6. Komplikasi lain seperti infeksi otak oleh virus varisela-zoster atau penyebaran virus ke seluruh tubuh. Ini adalah komplikasi yang sangat serius tapi jarang terjadi. Penderita herpes zoster dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih berisiko komplikasi ini.
 PENGOBATAN

 Pengobatan terhadap herpes zoster terdiri dari tiga hal utama yaitu :

  1. Pengobatan infeksi virus akut
  2. Pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit tersebut,
  3. Pencegahan terhadap neuralgia pascaherpes.

Pengobatannya antara lain berupa :

  1. Penggunaan obat antivirus diberikan 72 jam setelah terbentuk ruam akan mempersingkat durasi terbentuknya ruam dan meringankan rasa sakit. Apabila gelembung telah pecah, maka penggunaan antivirus  tidak efektif lagi. Contoh beberapa antivirus adalah Acyclovir, Famciclovir, dan Valacyclovir. Obat-obat tersebut tidak membunuh virus tapi menghambat perkembangbiakan virus.
  2. Untuk meringankan rasa sakit digunakan analgesik.
  3. Untuk mengatasi neuralgia pascaherpes digunakan analgesik  topikal, antidepresan trisiklik, dan antikonvulsan (antikejang). Contoh analgesik krim (lotion) yang mengandung senyawa calamine, kapsaisin, dan xylocaine. Contoh antidepresan trisiklik adalah Amitriptyline, Nortriptyline, Nortriptyline, dan Nortriptyline. Untuk mengontrol sakit neuropatik, digunakan antikonvulsan seperti Phenytoin, carbamazepine, dan gabapentin
  4. Penggunaan kortikosteroid oral  dapat membantu mengurangi peradangan dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, penggunaan steroid untuk herpes zoster masih kontroversial. Dan steroid juga tidak dapat mencegah neuralgia pasca herpes.
  5. Bila demam dapat diberikan antipiretik seperti parasetamol, tidak dianjurkan memberikan asetosal (aspirin) pada anak-anak karena dapat menyebabkan Sindrom Reye

TIPS PERAWATAN

  1. Nyeri dapat berkurang dengan mengompres bagian badan yang terkena dengan es batu (yang dibungkus dalam kain atau plastik).
  2. Tetaplah mandi seperti biasa, karena bakteri di kulit dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena herpes
  3. Hindari pecahnya gelembung dengan tidak menggosok dengan handuk terlalu keras setelah mandi dan memakai pakaian katun yang longgar untuk mengurangi gesekan dengan kulit yang terkena.
  4. Segera mencuci tangan dengan sabun dan air jika telah menyentuh lepuhan kulit.
  5. Hindari bersentuhan dengan bayi dan anak-anak yang belum menderita cacar air, wanita hamil, orang yang sakit serius, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  6. Konsumsi buah - buahan yang mengandung vitamin
 PENCEGAHAN

Selain dengan meningkatkan daya tahan tubuh, maka untuk mencegah herpes zoster salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan pemberian vaksinasi cacar air. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali.  Bila diberikan pada usia > 12 tahun maka diperlukan 2 kali pemberian dengan jarak minimal 4 minggu.

Sedangkan untuk vaksinasi zoster dianjurkan diberikan pada usia 60 tahun keatas.

Prepared by : dr Novie Hediyani,MKK

REFERENSI  :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Herpes_zoster
  2. http://www.totalkesehatananda.com/shingles1.html
  3. http://www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-cacar-herpes.html
  4. http://indonesiaindonesia.com/f/11329-herpes-zoster/
  5. http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=514
  6. http://majalahkesehatan.com/herpes-zoster-penyakit-kelanjutan-cacar-air/

Last Updated (Friday, 24 February 2012 12:05)