Sekarang Dokterku Online dengan wajah baru dan nama baru.

Untuk registrasi member dan diskusi forum,

Silahkan kunjungi web kami yang baru

www.dokterkuonline.com

Home Artikel MANFAAT PUASA DARI SISI KESEHATAN

MANFAAT PUASA DARI SISI KESEHATAN

Sudah banyak penelitian mengenai manfaat puasa terutama dilihat dari sisi kesehatan. Ternyata dalam berbagai  penelitian  ilmiah, tidak ditemukan efek yang  merugikan  kesehatan  pada organ tubuh saat  menjalankan puasa Ramadhan. Walaupun puasa Ramadhan aman bagi semua orang namun bagi seseorang yang menderita penyakit tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut adalah beberapa manfaat puasa dilihat dari sisi kesehatan :

  1. Bagi jantung dan pembuluh darah :

    - Terjadi peningkatan HDL (kolesterol baik), Apo A1  dan penurunan LDL (kolesterol jahat) sehingga mengurangi terjadinya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah disebabkan  oleh endapan lemak, kolesterol dan substansi lain, yang dikenal sebagai plak )

    - Mengendalikan tekanan darah, sehingga mengurangi risiko stroke

    - Penelitian Abdul Mughni (2005), menunjukkan bahwa puasa Ramadhan selama 29 hari dapat mengurangi faktor risiko aterosklerosis, yakni dengan menurunkan berat badan dan kadar trigliserida.

    - Penelitian Hari Basuki (2005), menyatakan bahwa puasa selama bulan Ramadhan dapat menurunkan risiko kardiovaskuler melalui penurunan rasio lingkar pinggang dan pinggul.

     
  2. Bagi kesehatan jiwa :

    - Saat puasa keadaan psikologis menjadi  lebih tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah  dan stres sehingga  dapat menurunkan hormon adrenalin dan kortisol (hormon stres)

    - Peneliti di Moskow melakukan penelitian pada 1000 penderita kelainan mental termasuk schizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. 

     
  3. Bagi sistem pencernaan :

    - Selama berpuasa tubuh memiliki kesempatan untuk mengistirahatkan pencernaan sehingga terciptalah kondisi bagi tubuh untuk memperbaiki kerja sistem pencernaan dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa pencernaan yang mengandung toksin (racun) bagi tubuh.

    - Kadar asam lambung saat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan dan bagi penderita penyakit maag  kondisi ini sangat baik.

    - Membersihkan sel lemak yang menggumpal di organ hati

     
  4. Bagi Indeks  Massa Tubuh :

    - Studi Kohort di Teheran menunjukkan, bahwa puasa Ramadhan  menyebabkan penurunan gula darah dan berat badan

    - Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan 
     
  5. Bagi sistem kekebalan tubuh :

    - Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan sel limfosit  (sel darah putih yang berperan dalam pertahanan tubuh ) hingga 10 kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel limfosit T   (sel yang mengatur respon sistem kekebalan terhadap sel-sel yang terinfeksi atau ganas)  mengalami kenaikkan pesat.

    - Membantu proses penyembuhan, selama berpuasa energi dialihkan untuk metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Proses penyembuhan selama berpuasa dipercepat dengan pencarian sumber energi baru dalam tubuh.

     
  6. Bagi sel-sel tubuh :

    - Terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel-sel tubuh dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari

    - Detoksifikasi merupakan proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau memurnikan racun melalui hati, usus besar, ginjal, paru- paru, kelenjar limpa, dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi.

     
  7. Bagi sistem endokrin  :

    - Menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Saat berpuasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat, sehingga kerja pankreas mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak pun menjadi ringan.

    - Studi Kohort di Teheran menunjukkan, bahwa puasa Ramadhan  menyebabkan penurunan gula darah dan berat badan

     
  8. Bagi sistem syaraf  dan otak :

    - Penelitian Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak.  Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

    - Ilmuwan Mark Mattson, Ph.D, menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

     
  9. Bagi penderita radang sendi :
     

    - Membaiknya penderita radang persendian (encok), karena terjadi peningkatan sel netrofil pada orang yang berpuasa yang pada penderita radang sendi merupakan suatu keuntungan karena dapat mempercepat terjadinya resolusi dari radang.

  10. Bagi organ ginjal :

    - Meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah.

    - Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi melindungi tubuh dari batu ginjal.

  11. Bagi kesuburuan :

    - Terjadi perubahan kadar berbagai hormon  testosteron tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.

    - Penelitian menunjukkan dengan berpuasa terjadi peningkatan produksi hormon-hormon kesuburan baik pada laki-laki maupun pada wanita. Sehingga dapat memperbaiki produksi sperma dan pematangan sel telur. Pada hari awal-awal puasa terjadi penurunan hormon-hormon ini, tapi kemudian meningkat lebih saat akhir Ramadhan dibandingkan dengan sebelumnya 
     
  12. Manfaat lainnya :

    - Rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai  yang sangat baik.

    - Dapat mencegah terjadinya tumor pada awal-awal pembentukannya. Pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolysis (hancur). http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" >

     

Last Updated (Wednesday, 10 July 2013 08:51)